Friday, February 10, 2017

Yang Perlu Diketahui Saat Menggunakan Temperature Control (TC)

Anda menggunkan mod electrical yang terdapat fitur temperature control (TC) dan anda ingin menggunakan fitur tersebut? Ketika anda akan menggunakan temperatue control untuk mendapatkan hasil yang terbaik buat device, anda perlu memahami hal-hal berikut ini:

Coiling
Saat anda membuat coil buatlah coil yang renggang sebanyak mungkin yang muat di atomizer anda. Muat 8 lilit? Bikin lah 8 lilit. Muat 10? Bikinlah 10 lilit. Diameter coil muat 3mm? bikinlah 3mm. muat 4mm? bikinlah 4mm. Intinya gunakan wire sebanyak mungkin selama itu muat di atomizer anda.

Kenapa? Karena makin banyak wire yang digunakan, berarti makin banyak liquid yang dipanaskan jadi uap, flavor makin berasa. Keuntungan lainnya adalah resistensi (ohm) makin tinggi, jadi watt yang dibutuhkan makin kecil yang akan membuat baterai anda menjadi lebih irit.
Yang Perlu Diketahui Saat Menggunakan Temperature Control (TC)
Coil Renggang
Buat coil sedekat mungkin dengan airflow, sekitar 1-3 mm, dan coil harus berada di jalannya udara dari airflow ke driptip. Logikanya, semakin banyak airflow yg kena coil, semakin berasa flavornya. Misalnya airflow pada atomizernya berada samping, maka bikin coil posisinya sedikit diatas airflow, jangan sejajar. Karena udara jalannya dari airflow keatas kearah driptip.
Baca juga: Fungsi dan Cara Kerja Temperature control pada Vape

Wicking
Saat wicking pada coil usahakan sepadat mungkin, tetapi masih bisa ditarik ke kiri dan kanan kapasnya ketika dimasukkan kedalam coil. Karena kalau terlalu tipis liquidnya mudah habis dan apabila anda tisak segera mengetahuinya kapas tersebut menjadi patah. Untuk pengguna tank, suwir-suwir ujung kapas sebelum dimasukkan ke lubang juice flow, jangan terlalu padat. Silakan search youtube gimana wicking tank yang anda gunakan.

Preheat Dan Power
Gunakan Ohm Law untuk menentukan berapa watt power yang digunakan.
P = V^2 / R
Contoh:
Setelah coiling ikuti cara diatas, resistance 0.4 ohm. Gunakan 4V sebagai patokan power.
Maka Power yang digunakan: P = 4^2/0.4 = 16/0.4 = 40 Watt (Power)
Gunakan 4.5V sebagai patokan preheat.
Maka preheat = (4.5)^2/0.4 = 50 Watt (Preheat)
Kalau dapetnya 0.25 ohm gimana? Hitung lagi pakai rumus diatas.

Temperature
Pastikan anda sudah masuk profile yang benar. Pakai wire SS316L, maka pakailah profile SS316L yang sudah download dari SteamEngine (Mod DNA). Pastikan jenis kawat yang digunakan merupakan kawat yang memang digunakan untuk TC.
Mulailah dengan setting temperature 380F atau 180C. Hisap dan rasakan flavornya.
Naikkan temperaturenya lagi ke 390F atau 190C. Hisap dan rasakan flavornya.
Lanjutkan terus dengan kenaikan 10 derajat sampai berasa sedikit gosong. Ingat, jangan sampai berasa gosong, hanya sedikit gosong.

Apabila Sudah dan sudah dapat, turunkan 10-20 derajat tergantung selera.
Contoh, berasa sedikit gosong pada suhu 440F, maka turunkan jadi 420F temperaturenya. Itu biasanya sweet spot suatu liquid. Silakan dirasa-rasakankan sendiri cocoknya di temperature berapa.
Saya sudah sampe 500F tapi uapnya kok dikit banget ya? Itu tandanya anda kena slow firing.
Silahkan Baca di sini: Cara Mengatasi Slow Firing Pada Mod DNA

Tuning
Jika semua langkah diatas sudah diikuti dan berhasil, saatnya anda tuning sesuai selera. Dimulai dari airflow, enaknya full open atau separuh misalnya. Lalu lilitan dikurangi 2 lilit misalnya. Coil dideketin jadi 1 mm dr airflow misalnya. Diameter coil dikecilin misalnya, atau Preheat dibesarkan lagi agar lebih joss. Nah ini seninya menggunakan mode TC. Anda perlu bereksperimen sendiri, karena setiap liquid ataupun atomizer memiliki sweet spot yang berbeda-beda.

Intinya anda sudah mengerti basic dari TC, sisanya anda berkreasi sendiri. Namanya juga Personal Vaporizer, anda lah yang menentukan. Setting teman anda yang katanya enak banget, belum tentu enak di lidah anda. Explore dan explore lagi untuk mendapatkan hasil maksimal dari kombinasi atomizer, coil, wicking, airflow, temperature, dan pastinya liquid.
Selamat mencoba. Kalau pake clapton, staggered, juggernaut, dan coil art lain butuh power lebih besar.

Sumber: Affani hakim