Saturday, January 28, 2017

Fungsi Dan Cara Kerja Temperature Control (TC) Pada Vape

Vaping dengan menggunakan fitur temperature control (TC) adalah terobosan terbaru di dunia vaping. Fetur Temperature Control adalah kemampuan dari chipset yang terdapat pada MOD untuk mendeteksi suhu/ temperature yang ada di coil secara realtime. Dalam penerapan TC ini membuat vape beranjak ke era yang lebih bagus untuk para user.

Fungsi Temperature Control Pada Vape

Penambahan Fitur TC ini berfungsi untuk mengurangi dampak buruk akibat dari kapas yang sering kering dan mengakibatkan gosong (Dry hit). Fitur ini akan membatasi temperatur coil yang terlalu tinggi agar terhindar dari dry hit tadi (karena dengan suhu yang terlalu tinggi akan menyebabkan rasa gosong pada uapnya atau dengan kata lain menjaga coil supaya tidak menjadi semakin panas).
Fungsi Dan Cara Kerja Temperature Control  (TC) Pada Vape

Anda diberikan pilihan yang baru dalam kebebasan untuk memilih besaran output yang di inginkan di device anda (Walaupun bebas tapi harus safety ya, ketahui tentang hukum ohm dan jenis kawat yang digunakan). Ketika chipset bisa memberikan nilai temperature secara realtime maka anda juga dengan mudah bisa menentukan berapa limit temperature yang di inginkan pada coil anda. Berikut ini adalah beberapa keuntungan pengguna dari penerapan Fiur TC:
  1. Tidak mengalami namanya dryhit
  2. Tidak mengalami cutton/ wick terbakar 
  3. Membuat coil dan wick lebih awet
Cara Kerja Temparature Control Pada Vape
Dalam melakukan fungsinya temperature control mengontrol suhu coil tanpa keterlibatan user yang luas anda tinggal menyetting saja pada MOD anda sesuai keinginan. Untuk dapat menggunakan TC maka anda harus menggunakan kawat yang memang dikhususkan buat TC. Dalam Mode TC ini anda dapat menggunakan Ni200, Titanium maupun Stainless Steel (SS). Mengapa harus memakai jenis kawat tersebut? Kok gak pakai kawat Kanthal atau Nichrome N60/80. Karena dua kawat ini bukan merupakan TC wire karena nilai hambatan pada kawat kanthal dan Nichrome pada suhu ruangan maupun ketika dipanaskan pada suhu 400F nilai hambatannya tidak berubah drastis, alias berubah terlalu kecil untuk dibaca secara presisi oleh Mod (ohm nya tetap stabil).

Penggunaan kawat pada TC harus menggunakan Ni200, Titanium atau SS, karena cara bekerja TC adalah dengan menghitung secara terus menerus perubahan resistance di coil secara detail. Nah jenis kawat tersebut mempunyai perbandingan resistance terhadap suhu secara linear dan ko-efisien yang besar, atau dengan kata lain naiknya resistance di kawat akan membuat naik pula suhu pada materi kawat. Selain itu chipset akan menghitung resistance di coil secara realtime per satuan waktu. Dalam penyetingannya chipset ini juga harus menyimpan nilai patokan dasar saat coil pertama kali di pasang ke connector dan suhu coil harus sama pada suhu ruangan saat pertama kali di pasang. Hal ini sangat penting agar temperature sensing bisa berjalan dengan baik dan akurat.

Catatan:
Menurut sumber yang saya baca dan dari beberapa pengalaman dari temen temen yang lain bukan cuma modnya yang diperhatikan , tetapi juga liquid dan atomizer yang pakai, Airhole berperanan sangat penting.