Tuesday, October 18, 2016

Jenis kawat untuk coil pada vapor

Jenis kawat yang biasanya digunakan untuk membuat coil pada vapor. Penggunaan kawat untuk dibuat coil pada vapor perlu mendapatkan perhatian khusus karena kawat inilah yang akan memanaskaan liquid agar menghasilkan uap yang kita hisap. Kawat yang digunakan untuk coil ini akan mempengaruhi flavour yang dihasilkan serta apakah berbahaya bagi kesehatan atau tidak. Untuk itu anda perlu mengetahui jenis kawat yang digunakan untuk coil pada vapor. Pengganti kawat kanthal 

Kawat yang digunakan bukanlah kawat sembarangan yang biasanya digunakan untuk mengawati peralatan dirumah anda. Kawat yang biasanya diual di toko bangunan tersebut tidak cocok untuk dijadikan coil vapor karena kawat tersebut mudah meleleh dan ketika dipanaskan akan mengahasilkan zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan anda. Secara umum kawat yang digunakan untuk membuat coil adalah kawat khantal, tetapi banyak juga kawat pengganti kawat kanthal ini. 

Jenis kawat untuk coil pada vapor

Ukuran kawat dinyatakan dalam gauge, atau AWG (american wire gauge). Semakin kecil angka gauge nya, semakin tebal kawat nya. Semakin tebal kawat maka nilai ohmnya semakin kecil. Ukuran yang sering digunakan adalah 24, 26, 28 AWG. 

Berikut ini adalah jenis kawat yang digunakan untuk coil vapor: 

1. Kanthal 
Kanthal merupakan jenis kawat yang paling umum digunakan untuk membuat coil. Kanthal juaga ada tingkat-tingkatannya dan yang paling sering digunakan adalah khantal A-1. Khantal A-1 terbuat dari FeCrAl alloy (iron-chromium-aluminium alloy) yang terdiri dari Fe (Iron/besi), Cr (chrom) dan Al alloy (aluminium). Sebelum maraknya penggunaan kanthal dijadikan coil pada vapor, kawat ini biasanya digunakan untuk elemen pemanas listrik di tungku suhu tinggi sebagai perlakuan panas, keramik, kaca, baja, dan industri elektronik. 

Kanthal memiliki daya tahan paling bagus. Dapat digunakan pada suhu sampai 1400°C (2550°F) Tingkat leleh. Pemakain pada vapor bisa digunakan di mode power/ wattage. Kekurangan kawat kanthal adalah membutuhkan waktu yang lebih lama untuk panas saat kondisi dingin, setelah beberapa jam tidak digunakan sehingga akan membutuhkan waktu milisecond sebelum bisa melakukan puff. Serta kekurangan berikutnya adalah membutuhkan waktu beberapa detik untuk dingin saat kondisi panasa, sehingga liquid akan tetap menguap. 

2. Nickel 
Nickel memiliki titik leleh yang lebih rendah dibanding kanthal. Bila dipanaskan pada suhu tertentu akan mengeluarkan zat beracun dan carsinogen bernama Nickel oxide (NiO). NiO akan keluar ketika Nickel dipanaskan pada suhu 400oC atau sekitar 752oF  NiO ini dapat menyebabkan timbulnya penyakt kanker. Oleh karena itu Nickel hanya disarankan pada mod yang memiliki mode TC (temperature control) untuk menghindari panas berlebihan (tidak lebih dari 600oF . Kelebihan kawat nickel ini adalah waktu untuk memanaskan dan kembali dingin lebih cepat dibandingkan kanthal. 

3. Titanium 
Sebenarnya sama seperti Nickel, kawat ini apabila dipanaskan pada suhu tertentu akan mengeluarkan zat bernama Titanium Dioxide atau Titania (TiO2) yang dapat menyebabkan kanker. Zat ini akan mucul saat titanium dipanaskan hingga 600oC atau 1112oF  Biasanya titanium tidak digunakan sendiri sebagai bahan utama coil. Melainkan sebagai bahan gabungan dari kawat lain. Sehingga dikenallah istilah coil twisted, clapton, alien clapton dan lain sebagainya. Titanium ini sebaiknya digunakan pada Mod yang memiliki mode Temp TI (temperature titanium). Keunggulan titanium adalah flavor yg dihasilkan adalah murni flavor dari liquid. 

4. Stainless Steel (SS)
Kawat SS ini hampir sama dengan kanthal, Sayangnya stainless ini akan mempengaruhi flovor liquid. Serta ada kuga yang mengatakan bahwa kawat SS 316L/317L Wire mengandung Manganese yang bersifat racun untuk tubuh kita walaupun kandungannya hanya 1-2.5% (Benar tidaknya saya tidak tahu). Keunggulan stainless adalah lebih tahan lama di banding kanthal. Harga kawat stainless paling murah di bandingkan dengan jenis kawat-kawat yang lain jenis lain. 

Semoga setelah anda membaca tentang jenis-jenis kawat yang digunakan untuk membuat coil vapor, anda dapat menentukan pilihan terbaik jenis kawat yang akan dipakai. Apabila dalam informasi ini ada kekurangan mohon di koreksi.

11 comments

Mantap bro, tadinya mau coba jenis wire selain khantal tapi karna masih awam mending di khantal dulu aja deh, penjelasannya jelas dua jempol buat ente bro

Iya bro, buat pemula saya menyarankan pakai khantal dulu aja.

Baru faham juga mode mode titanium ss dsb begitu toh ceritanya...mantap

Thanks min info nya, gua udah pake kawat nickel, tau nya beracun

Makasih bro infonya, izin share yakk ane cantumin sumbernya hehe

Pake kawat kabel gak bisa ya bro?

jangan sembarang pake kawat kabel om, resiko buat kesehatan, mending beli yang pasti2 aja

Gan kl beli alat coiling dmna ya selain di vape store

gan, kalo mecha mod paling safe pake kawat apa ya?? makasih sebelumnya


EmoticonEmoticon